Dan ketika semua tentang ingatan lalu, semuanya terasa seperti kembali ke nostalgia lama. Merasa bahwa dulu segalanya aneh, lucu, tapi telah terlewatkan dan bersyukur. Dan pada akhirnya waktu itu nyata dan tak pernah mundur, bergerak maju kedepan itu bukan pilihan, tapi keharusan. setelah tersadar, lima jam sudah aku hanya menghabiskan waktu untuk menutup mata, namun tak tidur...
menghela napas, mencoba mengingat-ingat kembali, bukan hal indah yang membangkitkan semangat, tapi lebih terfokus ke moment yang membuat jatuh... jatuh mental...jatuh bangun... hingga jatuh hati...
#hah ??
jatuh hati...
yah,,, jatuh hati pada orang yang salah, bukan salah sebenarnya, tapi yang membawa kita pada orang yang seharusnya, karna dia meninggalkan kita...
itu juga termasuk moment "jatuh".
lupakan tentang moment "jatuh". Sistem kerja otakku berpindah untuk mengingat setiap memory, sekarang terfokus tetap pada moment yang menyakitkan, tapi yang timbul malah rasa syukur...
syukur ?
yah...syukur..
kenapa harus bersyukur, padahal rasanya sakit...
bersyukur, karena tau, bahwa orang-orang yang meninggalkanmu bukan lah terbaik untukmu, maka syukurlah jika dia pergi, yah....tugas selanjutnya tinggal menunggu lagi. syukur karna pada akhirnya semua tersadarkan atas petunjuk-Nya yang menggiring kita ke hal baik, tapi tidak "mengenakkan",, yah, tidak semua yang baik itu enak. itu yang ku tahu...
ketika tersadar dan mata terbuka, semuanya terasa ringan setelah menghela napas panjang. seperti ada hal berat yang terlepas, terhempas bersama helaan napas. tersadar sesekali, bahwa sesungguhnya harus ada perubahan yang lebih baik,,, yah,, lebih baik...
kemudian merelakan, bahwa semuanya telah terlewati...
No comments:
Post a Comment