Friday, November 29, 2013

Tak Mudah...

Ikhlas itu tak perlu dicari,,, karena dia sangat dekat,, bahkan lbh dekat dari desahan nafasmu...
Dan ketika dengan kau dapatkan rasa itu, semua akan menjadi lebih ringan,,,
seberat apapun masalah itu, sedalam apapun rasa sedihmu,,akan terasa lbh ringan ketika kau ikhlas.
Lalu pertanyaanya kemudian adalah, bagaimana cara untuk ikhlas ???
sungguh pada kenyataannya, aku pun tak tau jawabannya....
semua masih terasa berat,,
berat melepaskan yang pernah ada,
berat menerima kenyataan yang didepan mata...
berat untuk sadari situasi dan kondisi yang sudah jauh berbeda...
Bahkan lebih ironis lagi, aku sendiri tak tau kapan ikhlas itu bisa kuraih..
ku gapai agar tenang...
kurasa agar dapat nyaman...
tapi tak semudah yang kupikir,,
Dan pada kenyataannya, ikhlas bukanlah sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan....
HARUS...

a.a.a.l

Thursday, November 28, 2013

Terhalang Keyakinan...

Dan dari awal, aku menyadari, bahwa ini salah....hanya saja, cintaku terlalu besar padanya. Hubungan ini salah, tentu saja salah dimata orang tua kami, karna kami berbeda. Sepintas, hal ini seperti kisah-kisah dalam kebanyakan sinetron, tapi ini nyata, ini sungguh nyata, kami berbeda.

Awalnya, aku berpikir, semuanya akan baik-baik saja, akan berjalan mulus karena aku menyayanginya dan aku yakin dia pun sayang padaku. Dua tahun lebih kami menjalani kebersamaan layaknya sepasang kekasih, orang tuaku tau hubungan kami dan mereka sepertinya sepakat dengan pria pilihanku, hingga akhirnya orang tuaku berubah, ya... berubah pikiran. Kenapa ? karna kami berbeda, aku dan lelakiku berbeda keyakinan. Aku tau resiko ku dari awal, hanya saja cinta ini terlalu kuat untuk mempertahankan logikaku.

Aku sangat bahagia bersamanya, terlebih lagi, jika waktu yang kami habiskan berdua, sangat lama. Sesekali, jarak juga memisahkan kami. Ketika itu, dia sempat pulang ke kampung halamannya, aku sedih tapi aku tau dia akan kembali untukku, dan benar saja, dia kembali. 

Selang beberapa lama, jarak kami semakin jauh, aku yang berada di bagian barat indonesia, sementara dia jauh diwilayah timur sana. Perbedaan waktu 2 jam sangat mempengaruhi hubungan kami, kami semakin sering berselisih paham. Tapi hal itu sama sekali tak mengurangi perasaanku padanya.

Hingga tiba akhirnya, saat dimana orang tua ku benar-benar ingin aku pergi darinya. Hubungan jarak jauh dengannya pun, orang tuaku sudah tak ridho lagi. Ini berat, sangat berat, mungkin hal terberat yang pernah ku alami. Sungguh, aku sangat menyayanginya, mendengar suaranya lewat telepon saja sudah sangat membuat hatiku senang, walaupun hanya sebentar. Aku tak pernah menyangka sebelumnya, hubunganku dengannya harus seperti ini. 
Hingga aku tak tau, apa aku harus terus berjuang ataukah benar-benar menghilang darinya. 
Ini berat, sungguh sangat berat.
Cinta ini besar, namun terhalang.
Terhalang oleh orang tuaku.
Terhalang oleh KEYAKINAN...

Wednesday, November 20, 2013

Ending...

Dan sudah pasti sebuah buku memiliki halaman akhir. Buku apa pun itu. Setiap satu bagian perjalanan hidup pun begitu. Ketika sampai pada waktunya, ya akan berakhir juga, senasib dengan buku. Setiap kisah ada akhirnya, sad ending atau pun happy ending, dan ketika berakhir, sykuri saja, karna menandakan akan ada kisah baru untuk melanjutkan kisah sebelumnya yang sudah tamat.
Akhir dalam kisah bukan berarti akhir kehidupan, tapi tergantung juga sama yang punya kisah, hidupnya mau skalian diakhiri saja atukah cukup kisahnya saja yang berakhir.
Tertawa, bahagia, happy ending, itu pastinya menjadi doa bagi setiap makhluk yang memiliki kisah.
Namun jika mengalami sad ending, menangislah meski tak mengubah segalanya, tapi setidaknya, perasaan sedih itu akan berjatuhan dalam setiap tetes air mata.

Aku duduk termenung, menatap sebuah buku yang telah selesai kubaca. Disisi lain, pikiranku melayang pada sebuah kisah yang sudah berakhir,,, ya... sepertinya memang sudah berakhir.
Harus bagaimana aku?
Melanjutkan kisah itu dalam kisah lain, ataukah sepenuhnya meninggalkan kisah itu untuk memulai kisah yang baru. Tak juga kudapatkan jawabannya, hingga kisah itu terlupakan  dengan sendirinya, terhapus oleh waktu, mengering dalam duka.

Ikhlas mungkin cara terbaik agar lebih mudah melangkah.