Monday, October 28, 2013

Breathe...

kadang, lirik lagu pun bisa membuat suasana hati menjadi tegar...
logika menjadi sadar,,, akan kesadaran yang harus dicapai...
bahwa tidak semua yang diinginkan dapat diperoleh, bahwa kesempurnaan hanya milik yang Maha Kuasa...
so just hear the song of taylor swift (Breathe) ...
dalem.,,, motivasi... mencintai itu menyenangkan, namun kadang menyakitkan,,,
berdiri di samping seseorang yang kita cintai itu indah, namun harus siap jika harus berdiri sendiri,,,
toh sebelum ada seseorang itu, kita adalah sendiri,,, terlahir sendiri,,, hidup sendiri,, sampai yang dicintai datang melengkapi, dan pergi ketika tak dapat bersama...

Sunday, October 27, 2013

Kematian Sesaat...

Awalnya gak pernah nyangka kalo bakalan ngalamin sendiri...
kalo di jalan trus liat accident, dalam hati cuman bilang "kasian banget, smoga gak papa..."
dan ???
aku ngalamin sendiri, di kerumunin orang yang aku sendiri gak kenal siapa aja mereka...
rasa syukur terucap dalam hati karna Allah masih memberi kesempatan untuk aku hidup lebih baik.
ya...aku terhempas dijalan ber-aspal,,, lecet sana-sini, kendaraan ku entah bagaimana bentuknya...
intinya, aku selamat, Allah memberi peringatan agar aku lebih hati-hati...
sesaat setelah jatuh, aku tak sadarkan diri, semua hitam, gelap... ini kah kematian sesaat,, untuk kemudian roh ku kembali kedalam raga dan aku tersadar dalam kerumunan orang...
syukur ...
sangat bersyukur.... aku masih ada... masih disini,,, mengetik dalam blog ku sendiri... :)
thanks GOD..
thank you so much :*

Thursday, October 24, 2013

Miss :'(

apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik apik

Masih tentang Riana

Hari ini, ku pikir, riana sudah tak akan bercerita lagi tentang kisahnya, tentang harinya, tentang bahagianya, tentang sedihnya, tentang harapnya, tentang cemasnya, dan semua tentang dirinya.
sore ini, aku duduk di teras rumah, sambil membaca bahan kuliah buat besok, tiba-tiba riana datang, duduk disampingku, namun tak berkata sepatah katapun.
Ujung mataku melihatnya yang memang hanya duduk sambil memandang lurus ke depan, entah apa yang di pandanginya.
"kenapa na?" tanyaku sembari menyeruput kopi yang ibu buat tanpa menoleh padanya.
tapi yang ditanya malah diam saja...dan ku ulangi pertanyaan yang terabaikan.
"kenapa na?" kali ini aku menatap kearahnya.
"gak tau dhe." jawabnya singkat. ku palingkan pandanganku, kini aku melihat lirus kedepan, memandang tanaman ibu yang mulai tumbuh.
"dia lagi? na,,pacaran itu proses., tapi kalau seperti ini, aku sendiri nggak tau apa tujuan kalian sama-sama, saling menyakiti...udahlah na..." kata ku dengan sedikit menekan kata-kata sambil menatap dalam ke riana, lalu kembali menyendarkan punggungku kala riana tak merespon apa-apa hingga beberapa saat kemudian ia berkata "aku sayang sama dia dhe, sayang banget." air mata riana turun, aku tak tau disadarinya atau tidak. kau membaca raut wajahnya yang mungkin telah lelah dengan semua yang ada.
aku tak berkomentar banyak. hampir dua tahun riana bersama lelakinya, dan lebih banyak keadaan dimana riana meneteskan air mata, bahkan saat sendiri.
kembali ku tatap tanaman hias ibu yang mulai tumbuh..dan menerawang ke masa lalu.

Thursday, October 17, 2013

Dari sang lelaki untukmu Wanita

dan melihatmu tersenyum, adalah kebahagiaan...
walau tau, kau tidak akan pernah kembali, tak akan ada senyum merekah itu lagi...
yang tinggal hanyalah kenangan...
tersadar bahwa aku tak sebaik yang kau inginkan,,
tapi tetap saja kau pertahankan... hingga terpisahkan dengan sendirinya tanpa ada kesepakatan kita..
rindu itu sama sekali tak terbendung, hingga aku seperti orang yang tak waras,,
mengirim pesan untukmu, dan membalas pesan itu seolah-olah pesan sungguhan darimu.
sungguh menyadari kesendirian itu teramat berat.
tapi tak ada satu wujud pun yang mampu menyadarkanku, bahwa kau benar-benar pergi...
kesendirian itu makin nyata kala melihat gambarmu,, yah... hanya gambarmu sayang....
aku merindukanmu dari balik nafas yang terus berhembus...
terus mengharapkanmu dari balik tirai yang ku jadikan penghalang bagi siapa saja yang mendekat...
aku memimpikanmu,, sadar hanya mimpi, karena tak mungkin kau ada lagi...
tenang disana,, tunggu aku...

Wednesday, October 16, 2013

15 - 17 Oktober 2013

waktu berdua itu mahal..
yah,,, khusus untuk hubungan ini, Long Distance Relationship.
untuk bertemu saja, harus buat anggaran dulu,,
harus berkorban waktu, materi, tenaga, pikiran,,,
untuk bertemu itu mahal, butuh kesabaran yang super extra.
untuk menemukan waktu agar berdua itu sulit, butuh saling pengertian yang besar.
waktu berdua itu mahal,,,
bertemu 3 hari saja, itu sudah sangat menyenangkan hati...
bertemu itu mahal, butuh penantian berbulan-bulan untuk 3 hari singkat itu.
walau sudah bertemu, aku masih saja rindu...
rindu kamu...
A.A.A.L

Friday, October 11, 2013

Kebenaran yang salah...

Kembali terperangkap di situasi seperti itu. dimana aku seperti salah dan yang lain membenarkan salah itu. Dimana yang ku anggap benar itu ternyata salah, dan aku sendiri pun tak mampu bercerita tentang penjelasan kebenaran yang salah itu. Aku lelah terperangkap disini,, aku ingin keluar, tapi terus saja ada yang membatasiku untuk tetap kembali pada situasi ini. Kebenaran yang salah itu makin nyata ketika semua tersudutkan, terpinggirkan dari yang terlihat. Apa aku harus selalu terlihat sempurna ? walau bagiku itu akan menjadikanku ke aku yang lainnya. Aku manusia berproses, tentunya berproses ke arah yang lebih baik. hanya saja, melakukan hal-hal baik itu tak semudah melakukan hal-hal buruk. tentu saja karena yang baik itu lebih bernilai. Aku ingin keluar, tolong izinkan... aku ingin berontak, tapi tak mampu mengepalkan tangan untuk membongkar semua situasi.
musuh nampak itu mudah dikalahkan,,, terlebih lagi jika ia berada tepat dihadapanmu.
taukah yang susah kau taklukkan apa ?
dirimu sendiri... yah... dirimu sendiri...
saat kau tau bahwa yang buruk itu telah berlalu dan kembali kau hadapi, bukannya malah mengingat pelajaran yang lalu, tapi kau tetap terbawa. itulah aku. aku yang berproses.
"Perang" dengan diri sendiri itu susah, keinginanku yang sangat besar untuk berubah, harus sejalan dengan apa yang nampak,,, keinginan itu besar, teramat besar. Namun tak mampu ku lawan situasi kebenaranku yang salah...
tau kah kau yang kubutuhkan apa?
kesabaran...
yah.. kesabaranmu yang lebih'..
lebih besar dari hari ke hari..
hingga situasi itu tak kudapatkan lagi, hingga kebenaran yang salah tak lagi membuatku terperangkap...
yah...
hanya kesabaran...

Wednesday, October 2, 2013


Come In With The Rain Lyrics – Taylor Swift


I could go back to every laugh
But I don’t wanna go there anymore
And I know all the steps up to your door
But I don’t wanna go there anymore
Talk to the wind, talk to the sky
Talk to the man with the reasons why
And let me know what you find
I’ll leave my window open
’Cause I’m too tired at night to call your name
But just know I’m right here hopin’
That you’ll come in with the rain
I could stand up and sing you a song
But I don’t wanna have to go that far
And I, I’ve got you down, I know you by heart
And you don’t even know where I start
Talk to yourself, talk to the tears
Talk to the man who put you here
And don’t wait for the sky to clear
I’ll leave my window open
’Cause I’m too tired at night to call your name
Oh, just know I’m right here hopin’
That you’ll come in with the rain
I’ve watched you so long
Screamed your name
I don’t know what else I can say
But I’ll leave my window open
’Cause I’m too tired at night for all these games
Just know I’m right here hopin’
That you’ll come in with the rain
I could go back to every laugh
But I don’t wanna go there anymore