miris...
kata itu sempat terlintas dalam pikiran ini sedangkan logika ku sama skali menolaknya.
apa karna bawaan hati???
di ujung sana ada bayangmu yang sama skali tak dapat kuraih, hingga bayangan itu makin tak terlihat semakin pudar, semakin samar.
kau tau ?
sepertinya jarak sudah terlihat nyata diantara kita.
sepertinya bukan hanya itu,, ada hal lain juga yang semakin memperjelas jarak itu semakin nyata...
meski begitu,,,
jika tiba waktunya aku tak lagi mencarimu,
jika tiba waktunya aku tak lagi menanyakan kabarmu,
jika tiba waktunya aku tak lagi terlibat dalam setiap pribadimu,
percayalah,, itu bukan karena aku sudah tak menyayangimu...
itu bukan karena aku sudah tak peduli lagi padamu...
tapi karena aku mulai menerima kenyataan bahwa kau sudah nyaman tanpaku...
karena kau sudah tidak butuh kehadiranku disisimu lagi...
karena jika kau memang masih menginginkan hadirku, kau akan terus ada...
menghalangi aku yang mulai merasa bahwa aku sama sekali tak berarti...
yah...
entah itu kapan...
Allah sudah berkehendak, dan yang dikehendaki-Nya lah yang akan terjadi..
antara kita...
Wednesday, September 25, 2013
tentang riana
masih tentang riana, sahabatku.
aku semalaman ini duduk termenung dihadapannya,,, aku tak ingin berkata apapun.
bahkan sebenarnya akupun ingin pulang saja saat melihatnya seperti ini.
dia menangis.
itu bukan hal baru bagiku.
tapi tangisannya kali ini begitu nampak perih.
terlihat begitu memilukan... sepertinya kali ini dia begitu sakit, begitu merasakan sakit.
aku hanya membiarkannya mengeluarkan air mata semampunya, sampai dia lelah menangis dan akhirnya berhenti.
tapi aku salah, duduk diam tiga jam itu membuatku lelah.
hanya melihatnya yang terus menangis tanpa ingin bicara apaun.
aku tau masalahnya tentang apa.
aku tau sebab ia begitu terlihat menderita.
aku tau mengapa dia begitu terlihat sakit hati, terlihat begitu terluka.
tapi aku tak ingin bertanya apapun padanya. aku hanya menunggu ia mau bicara padaku.
duduk tiga jam itu membuatku ikut terlarut dalam kesedihannya..
aku marah,, yah.. marah...
namun air mataku juga malah ikut menderas seperti tangisnya.
huh...aku ikut-ikutan jadi orang bodoh yang menangisi hal yang bukan menjadi urusanku.
tapi riana terlihat begitu sakit..
tidak lama setelah tiga jam berlalu, ia mulai ingin mengatakan sesuatu padaku..
ku tatap saja wajahnya yang bulat itu sambil menunggu apa yang kira-kira akan dia katakan padaku.
dia menatapku dengan bibir bergetar,
dia menatapku dengan hidung memerah..
dia menatapku dengan mata yang berkaca-kaca,
dia menatapku dengan kelopak mata yang nampaknya tak sanggup menahan buliran air mata.
yah... dia mulai berbicara..
"dhede..."
hanya itu yang dia ucapkan kemudian kembali terlarut dalam kesedihannya.
sumpah, aku bingung, dia hanya mengucap satu kata lalu menangis lagi.
dia hanya menyebut namaku, kemudian kembali terlihat perih...
dan tangisannya itu sudah cukup lama bagiku...
"riana,, tangismu itu sudah kelewatan, kelopak matamu membesar,,
dan terlebih lagi, ini sudah tengah malam,,
ayo tidur...."
kataku dalam hati sambil melihatnya yang masih sesenggukan.
aku mulai merapatkan punggungku ke kasur, batin ku berontak ingin segera terlelap...
ayolah,, ini sudah begitu larut, namun riana tak juga berhenti....
mataku mulai tertutup, namun aku belum tidur, telingaku masih berfungsi dengan baik, masih bisa mendengar dengan jelas...
ku dengar samar riana bergumam...
"aku sayang kamu...sayang...sangat sayang...bisakah kau merasakannya?
aku hanya ingin sedikit perhatian darimu, sedikit saja, hanya sedikit diantara banyak waktu mu, diantara seluruh waktu mu yang kau gunakan untuk hal lain, hal lain itu begitu penting, aku tau itu...
makanya aku hanya minta sedikit perhatian itu. aku bohong, yah.. aku salah,,, aku tau aku salah...aku bersalah karna hanya ingin dapat perhatianmu. itu saja, tidak lebih...aku ingin aku ada disela kesibukanmu. di waktumu yang kini sudah tak banyak untukku, meski aku tau, sebagian waktu itu nantinya akan jadi milikku juga jika memang kita berjodoh. tapi kali ini aku hanya sedikit ingin perhatianmu. namun aku tak mau malah telihat seperti orang yang sedang mengemis perhatian. aku berbohong,,, yah.. itu salah, aku tau itu, dan sekali lagi itu hanya karna aku ingin perhatianmu. hanya ingin sedikit perhatianmu...
aku sayang kamu..." gumam riana di tengah isakan tangisnya.
aku menunggu kata-kata selanjutnya dari riana. dia masih terdengar bergumam, tapi sudah tak terdengar begitu jelas...
aku menunggu gumamnya yang jelas, agar aku tak bertanya apa-apa padanya. cukup mendengar saja.
tapi lama ku tunggu riana tak juga berkata sepatah kata apapun lagi. aku memutuskan membalikkan badanku untuk melihatnya. dan benar saja, riana tertidur, tertidur dalam tangisnya, tertidur dalam harapnya, tertidur dalam kesedihannya.
yah,, benar saja dugaanku, dia seperti itu karena lelakinya.
masalahnya belum terlalu clear bagiku, tapi aku cukup tau, sahabatku seperti ini karena lelakinya.
dan aku tak pernah mau ikut berurusan dengan lelakinya, cukup aku ada saat riana butuh...
ku tarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuh riana yang terlelap.
dan aku ?
tentu saja ikut terlelap.
aku semalaman ini duduk termenung dihadapannya,,, aku tak ingin berkata apapun.
bahkan sebenarnya akupun ingin pulang saja saat melihatnya seperti ini.
dia menangis.
itu bukan hal baru bagiku.
tapi tangisannya kali ini begitu nampak perih.
terlihat begitu memilukan... sepertinya kali ini dia begitu sakit, begitu merasakan sakit.
aku hanya membiarkannya mengeluarkan air mata semampunya, sampai dia lelah menangis dan akhirnya berhenti.
tapi aku salah, duduk diam tiga jam itu membuatku lelah.
hanya melihatnya yang terus menangis tanpa ingin bicara apaun.
aku tau masalahnya tentang apa.
aku tau sebab ia begitu terlihat menderita.
aku tau mengapa dia begitu terlihat sakit hati, terlihat begitu terluka.
tapi aku tak ingin bertanya apapun padanya. aku hanya menunggu ia mau bicara padaku.
duduk tiga jam itu membuatku ikut terlarut dalam kesedihannya..
aku marah,, yah.. marah...
namun air mataku juga malah ikut menderas seperti tangisnya.
huh...aku ikut-ikutan jadi orang bodoh yang menangisi hal yang bukan menjadi urusanku.
tapi riana terlihat begitu sakit..
tidak lama setelah tiga jam berlalu, ia mulai ingin mengatakan sesuatu padaku..
ku tatap saja wajahnya yang bulat itu sambil menunggu apa yang kira-kira akan dia katakan padaku.
dia menatapku dengan bibir bergetar,
dia menatapku dengan hidung memerah..
dia menatapku dengan mata yang berkaca-kaca,
dia menatapku dengan kelopak mata yang nampaknya tak sanggup menahan buliran air mata.
yah... dia mulai berbicara..
"dhede..."
hanya itu yang dia ucapkan kemudian kembali terlarut dalam kesedihannya.
sumpah, aku bingung, dia hanya mengucap satu kata lalu menangis lagi.
dia hanya menyebut namaku, kemudian kembali terlihat perih...
dan tangisannya itu sudah cukup lama bagiku...
"riana,, tangismu itu sudah kelewatan, kelopak matamu membesar,,
dan terlebih lagi, ini sudah tengah malam,,
ayo tidur...."
kataku dalam hati sambil melihatnya yang masih sesenggukan.
aku mulai merapatkan punggungku ke kasur, batin ku berontak ingin segera terlelap...
ayolah,, ini sudah begitu larut, namun riana tak juga berhenti....
mataku mulai tertutup, namun aku belum tidur, telingaku masih berfungsi dengan baik, masih bisa mendengar dengan jelas...
ku dengar samar riana bergumam...
"aku sayang kamu...sayang...sangat sayang...bisakah kau merasakannya?
aku hanya ingin sedikit perhatian darimu, sedikit saja, hanya sedikit diantara banyak waktu mu, diantara seluruh waktu mu yang kau gunakan untuk hal lain, hal lain itu begitu penting, aku tau itu...
makanya aku hanya minta sedikit perhatian itu. aku bohong, yah.. aku salah,,, aku tau aku salah...aku bersalah karna hanya ingin dapat perhatianmu. itu saja, tidak lebih...aku ingin aku ada disela kesibukanmu. di waktumu yang kini sudah tak banyak untukku, meski aku tau, sebagian waktu itu nantinya akan jadi milikku juga jika memang kita berjodoh. tapi kali ini aku hanya sedikit ingin perhatianmu. namun aku tak mau malah telihat seperti orang yang sedang mengemis perhatian. aku berbohong,,, yah.. itu salah, aku tau itu, dan sekali lagi itu hanya karna aku ingin perhatianmu. hanya ingin sedikit perhatianmu...
aku sayang kamu..." gumam riana di tengah isakan tangisnya.
aku menunggu kata-kata selanjutnya dari riana. dia masih terdengar bergumam, tapi sudah tak terdengar begitu jelas...
aku menunggu gumamnya yang jelas, agar aku tak bertanya apa-apa padanya. cukup mendengar saja.
tapi lama ku tunggu riana tak juga berkata sepatah kata apapun lagi. aku memutuskan membalikkan badanku untuk melihatnya. dan benar saja, riana tertidur, tertidur dalam tangisnya, tertidur dalam harapnya, tertidur dalam kesedihannya.
yah,, benar saja dugaanku, dia seperti itu karena lelakinya.
masalahnya belum terlalu clear bagiku, tapi aku cukup tau, sahabatku seperti ini karena lelakinya.
dan aku tak pernah mau ikut berurusan dengan lelakinya, cukup aku ada saat riana butuh...
ku tarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuh riana yang terlelap.
dan aku ?
tentu saja ikut terlelap.
Merah....
wahai merah...kau nampak begitu terang,,
tidakkah kau ingin membagi terangmu padaku yang nampak redup..
yang aku ingin terangmu,, agar jalanku terlihat...
aku tak ingin amarahmu yang membara..
karna aku takut akan terbakar oleh itu,,,
atau bahkan kita berdua terbakar dalam nyala merah itu...
wahai merah...tidakkah kau ingin membagi kehangatanmu padaku yang mulai menggigil..
setidaknya kita bisa saling berbagi, tanpa harus ada yang terbakar olehmu..
tanpa harus ada yang harus membeku olehku,,,
wahai merah...
tidakkah kau tau bahwa aku begitu mengagumimu dalam setiap diamku..
tidakkah kau sadar bahwa aku begitu meninggikanmu dalam setiap argumenku...
wahai merah,,,
kalaupun cahaya muu sempat redup,, datanglah padaku...
kembali kita bangkitkan semua yang bisa saling diseimbangkan,,,
kecuali,, kau tak tahan dengan dinginku...
tidakkah kau ingin membagi terangmu padaku yang nampak redup..
yang aku ingin terangmu,, agar jalanku terlihat...
aku tak ingin amarahmu yang membara..
karna aku takut akan terbakar oleh itu,,,
atau bahkan kita berdua terbakar dalam nyala merah itu...
wahai merah...tidakkah kau ingin membagi kehangatanmu padaku yang mulai menggigil..
setidaknya kita bisa saling berbagi, tanpa harus ada yang terbakar olehmu..
tanpa harus ada yang harus membeku olehku,,,
wahai merah...
tidakkah kau tau bahwa aku begitu mengagumimu dalam setiap diamku..
tidakkah kau sadar bahwa aku begitu meninggikanmu dalam setiap argumenku...
wahai merah,,,
kalaupun cahaya muu sempat redup,, datanglah padaku...
kembali kita bangkitkan semua yang bisa saling diseimbangkan,,,
kecuali,, kau tak tahan dengan dinginku...
Beautiful Tragic
dan mungkin ini jawaban,,
bahwa tak ada yang benar-benar bisa bertahan dengan angin yang begitu kencang,,,
toh hal itu benar-benar pergi, hilang...
aku mencari yang hilang itu,,, tak juga ku temui karna angin begitu kencang...
yang ku cari tak nampak...
yang ku cari semakin samar...
yang ku cari tak lagi nyata...
yang ku cari, perlahan jauh...
yang ku cari benar-benar ingin pergi...
lalu ??
aku diam bukan berarti aku bisa menerimanya...
tapi berontak pun mungkin takkan mengembalikan yang kucari...
aku diam bukan pertanda aku tak peduli...
tapi bicara banyak pun takkan membuatnya kembali terlihat jelas..
bahkan mungkin akan semakin samar dan takkan ku temui...
__________________________________________________
sebenarnya, tak ada yang ku ingin selain memiliki hak spenuhnya,,,
tak ada yang dapat memungkiri itu...
aku mulai mendapati hal yang sama sekali tak ku inginkan...
dan lebih tak mengenakkan lagi ketika pengakuan itu terucap...
ooohhh,,, tidakkah kau mengerti rasanya seperti apa ??
aku manusia,,, kau tau itu...
aku punya perasaan,,, kau sadar itu...
dan aku pun tau, bahwa kau juga memilikinya....
tapi tidakkah kau merasa bahwa semua terasa kontradiski...
petualangan ini begitu singkat,,,
badai yang sangat besar mungkin belum kita lewati wahai merah...
tapi kau telah berlalu dengan begitu saja karna tak tahan dengan itu...
mungkin badai itu belum menyadarkanmu,, hingga kau benar2 sadar...
___________________________________________________
bahwa tak ada yang benar-benar bisa bertahan dengan angin yang begitu kencang,,,
toh hal itu benar-benar pergi, hilang...
aku mencari yang hilang itu,,, tak juga ku temui karna angin begitu kencang...
yang ku cari tak nampak...
yang ku cari semakin samar...
yang ku cari tak lagi nyata...
yang ku cari, perlahan jauh...
yang ku cari benar-benar ingin pergi...
lalu ??
aku diam bukan berarti aku bisa menerimanya...
tapi berontak pun mungkin takkan mengembalikan yang kucari...
aku diam bukan pertanda aku tak peduli...
tapi bicara banyak pun takkan membuatnya kembali terlihat jelas..
bahkan mungkin akan semakin samar dan takkan ku temui...
__________________________________________________
sebenarnya, tak ada yang ku ingin selain memiliki hak spenuhnya,,,
tak ada yang dapat memungkiri itu...
aku mulai mendapati hal yang sama sekali tak ku inginkan...
dan lebih tak mengenakkan lagi ketika pengakuan itu terucap...
ooohhh,,, tidakkah kau mengerti rasanya seperti apa ??
aku manusia,,, kau tau itu...
aku punya perasaan,,, kau sadar itu...
dan aku pun tau, bahwa kau juga memilikinya....
tapi tidakkah kau merasa bahwa semua terasa kontradiski...
petualangan ini begitu singkat,,,
badai yang sangat besar mungkin belum kita lewati wahai merah...
tapi kau telah berlalu dengan begitu saja karna tak tahan dengan itu...
mungkin badai itu belum menyadarkanmu,, hingga kau benar2 sadar...
___________________________________________________
Monday, September 23, 2013
bukan aku..
taukah kau ???
rindu ini semakin menjadi-jadi...
ketika mulai sedikit waktu untukku..
aku tau sebagian waktu mu kemana..
aku tau separuh hari mu untuk apa...
tapi rindu ini tak pernah mau kompromi,,
tak pernah mau mengerti...
rindu ini selalu ingin menyita waktumu,,,
tak ingin berbagi waktu dengan hal lain apapun itu..
terlalu egois memang...
bukan aku yang egois,,tapi rindu ini...
bukan aku yang gelisah,,tapi rindu ini...
bukan aku yang meminta waktumu, tapi rindu ini...
sekali waktu ku coba buat rasa ini mengerti,,,
tapi kau tau ?
rindu ini terlalu egois, bahkan bisa mengalahkan logikaku sendiri...
kau tau ?
rindu ini terlalu berani menantangmu untuk datang secepatnya.
kau tau ?
rindu ini begitu keras kepala hingga tetap bertahan padaku, tak mau pergi..
kau tau ?
rindu ini sama skali tak goyah walau apapun yang terjadi...
kadang ku coba untuk memberi pengertian pada rasa ini,
namun rasa ini terlalu kuat...
ku coba untuk mengikutinya, tapi rasanya malah tak enak, jadinya sesak...
ayolah...
aku mengerti, tapi rindu ini yang tidak..
jadi bukan aku...
#miss_u
_______________________________________A.A.A.L
rindu ini semakin menjadi-jadi...
ketika mulai sedikit waktu untukku..
aku tau sebagian waktu mu kemana..
aku tau separuh hari mu untuk apa...
tapi rindu ini tak pernah mau kompromi,,
tak pernah mau mengerti...
rindu ini selalu ingin menyita waktumu,,,
tak ingin berbagi waktu dengan hal lain apapun itu..
terlalu egois memang...
bukan aku yang egois,,tapi rindu ini...
bukan aku yang gelisah,,tapi rindu ini...
bukan aku yang meminta waktumu, tapi rindu ini...
sekali waktu ku coba buat rasa ini mengerti,,,
tapi kau tau ?
rindu ini terlalu egois, bahkan bisa mengalahkan logikaku sendiri...
kau tau ?
rindu ini terlalu berani menantangmu untuk datang secepatnya.
kau tau ?
rindu ini begitu keras kepala hingga tetap bertahan padaku, tak mau pergi..
kau tau ?
rindu ini sama skali tak goyah walau apapun yang terjadi...
kadang ku coba untuk memberi pengertian pada rasa ini,
namun rasa ini terlalu kuat...
ku coba untuk mengikutinya, tapi rasanya malah tak enak, jadinya sesak...
ayolah...
aku mengerti, tapi rindu ini yang tidak..
jadi bukan aku...
#miss_u
_______________________________________A.A.A.L
Ego...
buat kamu yang sudah jadi kenangan...
yakinlah akan tetap ku kenang...
tapi takkan pernah ingin kumiliki kembali...
walau sampai saat ini, masih ada padaku sebagian darimu...
mungkin saja sekarang aku dan kamu memang tidak diharuskan untuk bersama,,,
aku putuskan untuk berjalan dengan waktu dan ingin meninggalkanmu disini saja...
cukup kau tau, kau pernah jadi milikku,,,
kau pernah ada menemaniku..
tapi mungkin kau tak cukup baik bagiku...
ataukah aku yang tak baik untuk kau singgahi...
sudahlah,,, aku ingin lepas saja,,,
ingin membiarkanmu disini saja lalu aku pergi,,
kecuali jika mungkin kau bisa meninggalkanku...
#givesuggest
yakinlah akan tetap ku kenang...
tapi takkan pernah ingin kumiliki kembali...
walau sampai saat ini, masih ada padaku sebagian darimu...
mungkin saja sekarang aku dan kamu memang tidak diharuskan untuk bersama,,,
aku putuskan untuk berjalan dengan waktu dan ingin meninggalkanmu disini saja...
cukup kau tau, kau pernah jadi milikku,,,
kau pernah ada menemaniku..
tapi mungkin kau tak cukup baik bagiku...
ataukah aku yang tak baik untuk kau singgahi...
sudahlah,,, aku ingin lepas saja,,,
ingin membiarkanmu disini saja lalu aku pergi,,
kecuali jika mungkin kau bisa meninggalkanku...
#givesuggest
Untitled
Hening malam membuat suara angin yang berlalu, begitu nampak...
tiba-tiba terlintas angin lalu yang seharusnya sudah tak perlu terasa lagi...
hanya beberapa detik, namun begitu terasa...
mulai membuat memori beranjak perlahan,
mulai membuat ingatan yang memudar kembali menemukan titik terang dengan sendirinya..
menghitamkan yang mulai abu-abu,,,
memperjelas yang telah samar...
menampakkan yang sudah tak terlihat...
hingga tak sadar meneteskan bulir air mata yang tak diharapkan..
ah...apa ini...???
tersadar bahwa dulu itu indah,,,
namun dulu ya tetap dulu, takkan pernah jadi esok...
esok akan lain lagi,,
esok pun akan jadi dulu apabila angin itu telah membawanya berlalu...
apa ini...???
tersentak akan logika yang tak sejalan dengan nalar sendiri...
bukan kah itu tidak mungkin...??
lalu apa ini ???
mencoba mendeskripsikannya pun begitu sulit...
tidak...
ini tidak boleh...
angin ini harus berlalu secepatnya,,,
sebelum abu-abu itu semakin menghitam...
aku mulai membuat sugesti sendiri,,
sugesti yang harus kuikuti, bahwa selamanya takkan menjadi hitam,,
selamanya takkan pernah nampak kembali,,,
sekalipun angin itu datang lagi...
tiba-tiba terlintas angin lalu yang seharusnya sudah tak perlu terasa lagi...
hanya beberapa detik, namun begitu terasa...
mulai membuat memori beranjak perlahan,
mulai membuat ingatan yang memudar kembali menemukan titik terang dengan sendirinya..
menghitamkan yang mulai abu-abu,,,
memperjelas yang telah samar...
menampakkan yang sudah tak terlihat...
hingga tak sadar meneteskan bulir air mata yang tak diharapkan..
ah...apa ini...???
tersadar bahwa dulu itu indah,,,
namun dulu ya tetap dulu, takkan pernah jadi esok...
esok akan lain lagi,,
esok pun akan jadi dulu apabila angin itu telah membawanya berlalu...
apa ini...???
tersentak akan logika yang tak sejalan dengan nalar sendiri...
bukan kah itu tidak mungkin...??
lalu apa ini ???
mencoba mendeskripsikannya pun begitu sulit...
tidak...
ini tidak boleh...
angin ini harus berlalu secepatnya,,,
sebelum abu-abu itu semakin menghitam...
aku mulai membuat sugesti sendiri,,
sugesti yang harus kuikuti, bahwa selamanya takkan menjadi hitam,,
selamanya takkan pernah nampak kembali,,,
sekalipun angin itu datang lagi...
Sunday, September 22, 2013
pass
yah.. disini,,,
disini saja aku tempatkan semua yang bukan pada tempatnya...
disini saja aku menampung semua yang tidak seharusnya disini..
sudahlah,, semuanya takkan berlalu begitu cepat seperti yang kau harapkan..
semuanya akan berakhir seperti memori yang tak diinginkan..
mungkin saja akan teringat suatu saat akan berlalu begitu saja..
yah,,,, smoga
disini saja aku tempatkan semua yang bukan pada tempatnya...
disini saja aku menampung semua yang tidak seharusnya disini..
sudahlah,, semuanya takkan berlalu begitu cepat seperti yang kau harapkan..
semuanya akan berakhir seperti memori yang tak diinginkan..
mungkin saja akan teringat suatu saat akan berlalu begitu saja..
yah,,,, smoga
Friday, September 20, 2013
HOPE ...
dan betapa sulitnya melepas ego...
kau tahu ???
usaha itu selalu ada,,,
upaya itu sudah memasuki nalar yang seharusnya,,,
daya itu sudah pada tahap semampunya...
dan kemudian keluhan yang muncul adalah,,,ego itu tak juga sepenuhnya lepas...
mungkin masih butuh waktu,
masih butuh kesabaran untuk menunggu agar ego itu seminimal mungkin...
agar ego itu tak lagi jadi penghalang...
aku mencoba melawan realita itu sendiri, bahwa setiap manusia sudah pasti memiliki ego...
aku mencoba untuk membuat nalar sendiri,,,
aku mencoba membuat sugesti yang harus tertanam baik dalam diriku...
ego itu harus berangsur berkurang seiring waktu yang ku lewati,,
waktu yang mungkin terlalu lama baginya hingga ia lelah,,
lelah dalam waktu..
lelah dalam prosesku...
lelah dengan sikapku...
lelah menghadapi pola pikirku...
lelah dan lelah...
dan kuharap,, pada akhirya ia takkan pernah lelah untuk bertahan,,
bertahan untuk tetap disampingku...
untuk tetap menunggu dalam waktu meski lelah..
untuk tetap menanti dalam prosesku meski terlampau lama...
untuk tetap,,,tetap,,dan tetap bersamaku dan bersama seluruh kekuranganku...
hingga pada akhirnya aku mengalahkan egoku...
________________________________________A.A.A.L
kau tahu ???
usaha itu selalu ada,,,
upaya itu sudah memasuki nalar yang seharusnya,,,
daya itu sudah pada tahap semampunya...
dan kemudian keluhan yang muncul adalah,,,ego itu tak juga sepenuhnya lepas...
mungkin masih butuh waktu,
masih butuh kesabaran untuk menunggu agar ego itu seminimal mungkin...
agar ego itu tak lagi jadi penghalang...
aku mencoba melawan realita itu sendiri, bahwa setiap manusia sudah pasti memiliki ego...
aku mencoba untuk membuat nalar sendiri,,,
aku mencoba membuat sugesti yang harus tertanam baik dalam diriku...
ego itu harus berangsur berkurang seiring waktu yang ku lewati,,
waktu yang mungkin terlalu lama baginya hingga ia lelah,,
lelah dalam waktu..
lelah dalam prosesku...
lelah dengan sikapku...
lelah menghadapi pola pikirku...
lelah dan lelah...
dan kuharap,, pada akhirya ia takkan pernah lelah untuk bertahan,,
bertahan untuk tetap disampingku...
untuk tetap menunggu dalam waktu meski lelah..
untuk tetap menanti dalam prosesku meski terlampau lama...
untuk tetap,,,tetap,,dan tetap bersamaku dan bersama seluruh kekuranganku...
hingga pada akhirnya aku mengalahkan egoku...
________________________________________A.A.A.L
Monday, September 16, 2013
karena Riana sahabatku...
masih tentang riana,,,sahabatku..
hari ini sepertinya ia tak ingin berkata apapun padaku,,
sepertinya ia mulai lelah untuk bercerita, lelah membahas kekasihnya yang jauh...
jadi aku hanya diam saja,
takutnya, kalau aku ajak ngobrol, dia malah jadi sensi, ntar malah aku yang kena imbasnya..
merasa di cuekin di rumahnya, aku memutuskan untuk pulang saja.
"aku balik ya ri..." kataku sambil meraih tas yang tak begitu jauh dariku. kulihat, riana hanya mengangguk.
tapi langkah ku terhenti tiba-tiba saat ia memanggilku.
"dhe, nih, kalo sempet dibaca.." ia menyerahkan selembar,,bukan...selembaran kertas bergaris yang nampaknya penuh tulisan, setelah itu, ia masuk kamar dan menutupnya rapat-rapat.
dan aku ?
pulang ke rumah.
sampai rumah, tanpa basa basi dan rasa penasaran, ku ambil kertas tadi dari tasku.
ku rebahkan badanku agar lelah sedikit berkurang. kertasnya kubaca.
sudah cukup lelah, aku lelah...
lelah berburuk sangka pada restu...
aku tak pernah tau yang sebenarnya terjadi seperti apa,
yang aku tau, yah yang restu bilang padaku.
aku tak tau selain itu, karna aku jauh,,
jarak ini terlalu jauh untuk tau yang sebenarnya.
aku lelah,,aku sudah cukup lelah beradu argumen dengannya...
aku lelah dengan pertengkaran yang hampir setiap malam terjadi, baik lewat telepon, sms, atau media lain.
aku sudah terlalu lelah untuk menerima semua, tapi aku tak ingin melepas semua...
diantara kami hanya ada sayang, dan usaha agar kami tetap bertahan dengan kondisi ini, dengan usaha agar semuanya lebih baik, dengan usaha agar kami tetap sejalan, meskipun jarang terjadi saat-saat kami sejalan,,jarang sekali..
aku lelah, aku sudah cukup lelah untuk memendam rasa ku yang membuat hatiku tak enak, tapi tak mau juga kusampaikan pada restu, aku tak mau bertengkar,,aku lelah...
aku tau, rasa percaya harus kami bangun, meski kepercayaan itu pernah ternodai,
aku tau, rasa yakin itu harus ada antara kami, meskipun kadang ragu itu menyelimuti..
aku tau, positif think itu harus tertanam dalam benak kami, meski kadang curiga menerpa prasaan kami...
aku tau, kami harus saling jujur, saling terbuka, meski kadang, memendam itu lebih menenangkan...
aku tau, aku tau, aku tau...
tapi aku sudah cukup lelah dengan semua masalah yang terlalu kompleks untuk kami berdua, blum lagi, jarak yang terlampau jauh untuk menyelesaikan masalah2 kami..
aku lelah menangis,, tapi takkan lelah menunggunya, meski terkadang malah terasa sakit...
kulipat kertas itu menjadi empat bagian, ku selip dalam buku harianku...
catatan riana itu mungkin mengisyaratkan , kalau ia sudah begitu lelah dengan semua, tapi ia terlalu sayang sama restu, dia begitu yakin kalau mereka bisa bersatu dalam keadaan apapun..
aneh,,,aku merasa aneh dengan cara riana yang seperti ini,,,
tak biasanya dia menggunakan media untuk bercerita padaku...
yah...mungkin saja dia hanya butuh sendiri dan ingin menangis sebagai luapan emosinya.
setidaknya, aku masih menjadi kepercayaannya... :D
setelah membacanya, aku memutusakan untuk menutup mata, dan.... terlelap...
smoga semua sesuai dengan yang riana harapkan,,
karna riana sahabatku....
hari ini sepertinya ia tak ingin berkata apapun padaku,,
sepertinya ia mulai lelah untuk bercerita, lelah membahas kekasihnya yang jauh...
jadi aku hanya diam saja,
takutnya, kalau aku ajak ngobrol, dia malah jadi sensi, ntar malah aku yang kena imbasnya..
merasa di cuekin di rumahnya, aku memutuskan untuk pulang saja.
"aku balik ya ri..." kataku sambil meraih tas yang tak begitu jauh dariku. kulihat, riana hanya mengangguk.
tapi langkah ku terhenti tiba-tiba saat ia memanggilku.
"dhe, nih, kalo sempet dibaca.." ia menyerahkan selembar,,bukan...selembaran kertas bergaris yang nampaknya penuh tulisan, setelah itu, ia masuk kamar dan menutupnya rapat-rapat.
dan aku ?
pulang ke rumah.
sampai rumah, tanpa basa basi dan rasa penasaran, ku ambil kertas tadi dari tasku.
ku rebahkan badanku agar lelah sedikit berkurang. kertasnya kubaca.
sudah cukup lelah, aku lelah...
lelah berburuk sangka pada restu...
aku tak pernah tau yang sebenarnya terjadi seperti apa,
yang aku tau, yah yang restu bilang padaku.
aku tak tau selain itu, karna aku jauh,,
jarak ini terlalu jauh untuk tau yang sebenarnya.
aku lelah,,aku sudah cukup lelah beradu argumen dengannya...
aku lelah dengan pertengkaran yang hampir setiap malam terjadi, baik lewat telepon, sms, atau media lain.
aku sudah terlalu lelah untuk menerima semua, tapi aku tak ingin melepas semua...
diantara kami hanya ada sayang, dan usaha agar kami tetap bertahan dengan kondisi ini, dengan usaha agar semuanya lebih baik, dengan usaha agar kami tetap sejalan, meskipun jarang terjadi saat-saat kami sejalan,,jarang sekali..
aku lelah, aku sudah cukup lelah untuk memendam rasa ku yang membuat hatiku tak enak, tapi tak mau juga kusampaikan pada restu, aku tak mau bertengkar,,aku lelah...
aku tau, rasa percaya harus kami bangun, meski kepercayaan itu pernah ternodai,
aku tau, rasa yakin itu harus ada antara kami, meskipun kadang ragu itu menyelimuti..
aku tau, positif think itu harus tertanam dalam benak kami, meski kadang curiga menerpa prasaan kami...
aku tau, kami harus saling jujur, saling terbuka, meski kadang, memendam itu lebih menenangkan...
aku tau, aku tau, aku tau...
tapi aku sudah cukup lelah dengan semua masalah yang terlalu kompleks untuk kami berdua, blum lagi, jarak yang terlampau jauh untuk menyelesaikan masalah2 kami..
aku lelah menangis,, tapi takkan lelah menunggunya, meski terkadang malah terasa sakit...
kulipat kertas itu menjadi empat bagian, ku selip dalam buku harianku...
catatan riana itu mungkin mengisyaratkan , kalau ia sudah begitu lelah dengan semua, tapi ia terlalu sayang sama restu, dia begitu yakin kalau mereka bisa bersatu dalam keadaan apapun..
aneh,,,aku merasa aneh dengan cara riana yang seperti ini,,,
tak biasanya dia menggunakan media untuk bercerita padaku...
yah...mungkin saja dia hanya butuh sendiri dan ingin menangis sebagai luapan emosinya.
setidaknya, aku masih menjadi kepercayaannya... :D
setelah membacanya, aku memutusakan untuk menutup mata, dan.... terlelap...
smoga semua sesuai dengan yang riana harapkan,,
karna riana sahabatku....
Friday, September 13, 2013
Mine ^_^
kadang aku merasa bahwa sekarang aku ada di tempat yang salah...
hanya saja, situasinya sudah benar...
mungkin perlu sedikit perubahan ?
ah... mungkin juga sudah tidak perlu...
kalaupun ada masalah, aku yakin , bahwa aku cukup kuat untuk melewatinya.
Karena aku punya Allah, dan aku punya seorang lagi yang selalu ada untukku, dan paling bisa ku andalkan.
aku tau, situasi ini tidaklah rumit, jika dia ada disampingku, hanya saja, untuk smentara waktu ini jarak kami terlalu jauh...
bisa saja tidak terlalu jauh, tapi hanya dalam peta, yah,,, tak sampai 5 centimeter.
kadang ketika aku merasa tempat ini salah, aku mencoba sadar sendiri, bahkan mencoba bangkit sendiri untuk diriku sendiri, tapi tak pernah berhasil, dia selalu ada untuk menarikku, menggenggam tanganku agar aku bisa bangkit.
sebenarnya kadang juga aku berpikir, aku bisa sendiri, aku bisa tanpa dia, aku bisa tanpa bantuannya aku bisa tanpa kendalinya, setelah ku coba,,, aku salah... dia memang sangat berpengaruh, seperti gravitasi yang membuat segala dibumi ini tetap berada di tempatnya.
aku bersyukur...
aku sangat bersyukur...
aku punya Allah
dan aku punya dia...
#A.A.A.L
hanya saja, situasinya sudah benar...
mungkin perlu sedikit perubahan ?
ah... mungkin juga sudah tidak perlu...
kalaupun ada masalah, aku yakin , bahwa aku cukup kuat untuk melewatinya.
Karena aku punya Allah, dan aku punya seorang lagi yang selalu ada untukku, dan paling bisa ku andalkan.
aku tau, situasi ini tidaklah rumit, jika dia ada disampingku, hanya saja, untuk smentara waktu ini jarak kami terlalu jauh...
bisa saja tidak terlalu jauh, tapi hanya dalam peta, yah,,, tak sampai 5 centimeter.
kadang ketika aku merasa tempat ini salah, aku mencoba sadar sendiri, bahkan mencoba bangkit sendiri untuk diriku sendiri, tapi tak pernah berhasil, dia selalu ada untuk menarikku, menggenggam tanganku agar aku bisa bangkit.
sebenarnya kadang juga aku berpikir, aku bisa sendiri, aku bisa tanpa dia, aku bisa tanpa bantuannya aku bisa tanpa kendalinya, setelah ku coba,,, aku salah... dia memang sangat berpengaruh, seperti gravitasi yang membuat segala dibumi ini tetap berada di tempatnya.
aku bersyukur...
aku sangat bersyukur...
aku punya Allah
dan aku punya dia...
#A.A.A.L
Monolog...
Yah.. benar saja..
aku masih disini, duduk menatap ke depan.. mencoba menerawang hal - hal yang membuatku merasa senang.
"Bahagia itu sederhana" kata orang - orang disekitarku.
alah... sederhana itu relatif kawan..
buktinya hal yang membuatku bahagia, belum tentu membuatmu bahagia,
dan ketika kita tidak menemukan bahagia di titik yang sama sedangkan kita harus bersama,
di mana letak kesederhanaannya ?
bukannya itu malah jadi rumit... ?
sudahlah, tak perlu samakan persepsi tentang kebahagiaan,,
sudut pandang berbeda,
menganalogikannya pun pasti berbeda, tak perlu berselisih untuk mencari makna bahagia,
karena ketika berselisih, bukankah itu permasalahan yang tidak mendatangkan kebahagiaan ?
lalu, bisakah ku deskripsikan bahwa bahagia itu sebenarnya ketika kita berselisih?
hahaha,,
samar... entah kenapa bisa jadi samar...
padahal itu hal jelas.
kadang bertanya pada hati, "hey, kapan kamu merasa bahagia?"
objek pertanyaanku tak bisa mendeskripsikannya...
ah...sia-sia..
semakin jauh menerawang, pikiranku makin tak karuan, selalu berpindah dari satu titik ke titik yang lain,
ah...tak konsisten pada diri sendiri... kadang juga hati dan pikiranku tak berjalan selaras...
satu sama lain punya argumen sendiri, dan selalu menguatkan argumennya. Dan ketika semakin jauh berbeda, aku seperti dua orang yang berdialog dengan diriku sendiri, dengan raga ini sendiri, dan dengan pemikiran sendiri...tapi beda persepsi.
sederhana saja, aku hanya ingin mencari kebenaran pada diriku, mencari jalan tengah dari apa yang ku pikirkan dan apa yang kurasakan.
titik-titik hitam itu mulai muncul, pertanda sudah tidak abu-abu lagi, hanya saja, masih belum jelas, tak kudapati kejelasannya dan malah tetap samar...
apa bahagia itu ?
mengapa jadi susah mendeskripsikannya.
menganalogikannya membuatku perang batin sendiri..
ahh... padahal setiap orang sudah pasti pernah di sapa oleh bahagia,,
seingatku, aku juga pernah...
bahkan ketika aku sedang tak mencari kebahagiaan, dia datang sendiri menghampiriku, membawaku ikut bersamanya seperti debu yang di terbangkan angin,, ikut saja.
lalu ?
mengapa aku masih disini dan berpikir apa itu bahagia....
mungkin sudah terlalu lama aku duduk disini dan tak menemukan jawaban,
jadi lebih baik ku simpulkan sesuka hatiku saja, seenak pikiranku saja...
"bahagia itu sederhana saja"
#sama seperti yang orang lain katakan
lalu ???
ah...sudahlah...
aku masih disini, duduk menatap ke depan.. mencoba menerawang hal - hal yang membuatku merasa senang.
"Bahagia itu sederhana" kata orang - orang disekitarku.
alah... sederhana itu relatif kawan..
buktinya hal yang membuatku bahagia, belum tentu membuatmu bahagia,
dan ketika kita tidak menemukan bahagia di titik yang sama sedangkan kita harus bersama,
di mana letak kesederhanaannya ?
bukannya itu malah jadi rumit... ?
sudahlah, tak perlu samakan persepsi tentang kebahagiaan,,
sudut pandang berbeda,
menganalogikannya pun pasti berbeda, tak perlu berselisih untuk mencari makna bahagia,
karena ketika berselisih, bukankah itu permasalahan yang tidak mendatangkan kebahagiaan ?
lalu, bisakah ku deskripsikan bahwa bahagia itu sebenarnya ketika kita berselisih?
hahaha,,
samar... entah kenapa bisa jadi samar...
padahal itu hal jelas.
kadang bertanya pada hati, "hey, kapan kamu merasa bahagia?"
objek pertanyaanku tak bisa mendeskripsikannya...
ah...sia-sia..
semakin jauh menerawang, pikiranku makin tak karuan, selalu berpindah dari satu titik ke titik yang lain,
ah...tak konsisten pada diri sendiri... kadang juga hati dan pikiranku tak berjalan selaras...
satu sama lain punya argumen sendiri, dan selalu menguatkan argumennya. Dan ketika semakin jauh berbeda, aku seperti dua orang yang berdialog dengan diriku sendiri, dengan raga ini sendiri, dan dengan pemikiran sendiri...tapi beda persepsi.
sederhana saja, aku hanya ingin mencari kebenaran pada diriku, mencari jalan tengah dari apa yang ku pikirkan dan apa yang kurasakan.
titik-titik hitam itu mulai muncul, pertanda sudah tidak abu-abu lagi, hanya saja, masih belum jelas, tak kudapati kejelasannya dan malah tetap samar...
apa bahagia itu ?
mengapa jadi susah mendeskripsikannya.
menganalogikannya membuatku perang batin sendiri..
ahh... padahal setiap orang sudah pasti pernah di sapa oleh bahagia,,
seingatku, aku juga pernah...
bahkan ketika aku sedang tak mencari kebahagiaan, dia datang sendiri menghampiriku, membawaku ikut bersamanya seperti debu yang di terbangkan angin,, ikut saja.
lalu ?
mengapa aku masih disini dan berpikir apa itu bahagia....
mungkin sudah terlalu lama aku duduk disini dan tak menemukan jawaban,
jadi lebih baik ku simpulkan sesuka hatiku saja, seenak pikiranku saja...
"bahagia itu sederhana saja"
#sama seperti yang orang lain katakan
lalu ???
ah...sudahlah...
Thursday, September 5, 2013
Terlewati...
Dan ketika semua tentang ingatan lalu, semuanya terasa seperti kembali ke nostalgia lama. Merasa bahwa dulu segalanya aneh, lucu, tapi telah terlewatkan dan bersyukur. Dan pada akhirnya waktu itu nyata dan tak pernah mundur, bergerak maju kedepan itu bukan pilihan, tapi keharusan. setelah tersadar, lima jam sudah aku hanya menghabiskan waktu untuk menutup mata, namun tak tidur...
menghela napas, mencoba mengingat-ingat kembali, bukan hal indah yang membangkitkan semangat, tapi lebih terfokus ke moment yang membuat jatuh... jatuh mental...jatuh bangun... hingga jatuh hati...
#hah ??
jatuh hati...
yah,,, jatuh hati pada orang yang salah, bukan salah sebenarnya, tapi yang membawa kita pada orang yang seharusnya, karna dia meninggalkan kita...
itu juga termasuk moment "jatuh".
lupakan tentang moment "jatuh". Sistem kerja otakku berpindah untuk mengingat setiap memory, sekarang terfokus tetap pada moment yang menyakitkan, tapi yang timbul malah rasa syukur...
syukur ?
yah...syukur..
kenapa harus bersyukur, padahal rasanya sakit...
bersyukur, karena tau, bahwa orang-orang yang meninggalkanmu bukan lah terbaik untukmu, maka syukurlah jika dia pergi, yah....tugas selanjutnya tinggal menunggu lagi. syukur karna pada akhirnya semua tersadarkan atas petunjuk-Nya yang menggiring kita ke hal baik, tapi tidak "mengenakkan",, yah, tidak semua yang baik itu enak. itu yang ku tahu...
ketika tersadar dan mata terbuka, semuanya terasa ringan setelah menghela napas panjang. seperti ada hal berat yang terlepas, terhempas bersama helaan napas. tersadar sesekali, bahwa sesungguhnya harus ada perubahan yang lebih baik,,, yah,, lebih baik...
kemudian merelakan, bahwa semuanya telah terlewati...
menghela napas, mencoba mengingat-ingat kembali, bukan hal indah yang membangkitkan semangat, tapi lebih terfokus ke moment yang membuat jatuh... jatuh mental...jatuh bangun... hingga jatuh hati...
#hah ??
jatuh hati...
yah,,, jatuh hati pada orang yang salah, bukan salah sebenarnya, tapi yang membawa kita pada orang yang seharusnya, karna dia meninggalkan kita...
itu juga termasuk moment "jatuh".
lupakan tentang moment "jatuh". Sistem kerja otakku berpindah untuk mengingat setiap memory, sekarang terfokus tetap pada moment yang menyakitkan, tapi yang timbul malah rasa syukur...
syukur ?
yah...syukur..
kenapa harus bersyukur, padahal rasanya sakit...
bersyukur, karena tau, bahwa orang-orang yang meninggalkanmu bukan lah terbaik untukmu, maka syukurlah jika dia pergi, yah....tugas selanjutnya tinggal menunggu lagi. syukur karna pada akhirnya semua tersadarkan atas petunjuk-Nya yang menggiring kita ke hal baik, tapi tidak "mengenakkan",, yah, tidak semua yang baik itu enak. itu yang ku tahu...
ketika tersadar dan mata terbuka, semuanya terasa ringan setelah menghela napas panjang. seperti ada hal berat yang terlepas, terhempas bersama helaan napas. tersadar sesekali, bahwa sesungguhnya harus ada perubahan yang lebih baik,,, yah,, lebih baik...
kemudian merelakan, bahwa semuanya telah terlewati...
Wednesday, September 4, 2013
Entah...
kembali ke rutinitas masing-masing, itu sudah jadi keharusan, oke...aku mengerti...
tapi, bisakah di setiap kesibukan itu kau mengingatku ?
ataukah memang sebenarnya kau mengingatku, hanya saja waktumu terlalu terbatas untuk menyampaikannya padaku agar aku tau...
atau bisa juga benar-benar tak mengingatku karena rutinitas itu terlalu menyita waktumu,, yah,,, selalu ada prioritas,, entah itu apa...
tapi, bisakah di setiap kesibukan itu kau mengingatku ?
ataukah memang sebenarnya kau mengingatku, hanya saja waktumu terlalu terbatas untuk menyampaikannya padaku agar aku tau...
atau bisa juga benar-benar tak mengingatku karena rutinitas itu terlalu menyita waktumu,, yah,,, selalu ada prioritas,, entah itu apa...
Monday, September 2, 2013
will miss this moment ^_^
Namanya Apik Ananda. A. Loppu. sekarang masih lanjutin study di salah satu perguruan tinggi swasta di kota kembang. Balik ke kota daeng adalah moment yang selalu ku tunggu, yah...walau cuma dua minggu, gak papalah, yang jelasnya dia balik. __miss__
yah,, agustus itu indah :D ...
i will miss that moments :*
agustus kmaren ya moment itu akhirnya ada untuk saya :D di sempet2in lah buat habiskan waktu liburannya,,,habiskan waktu sama-sama. gak ada yang lebih menarik daripada jalan bareng sama apikku. mulai dari keliling gak jelas,, hahaha sampai cuma stay di pinggiran kota buat nikmatin es kelapa bareng ...
that's so very be interesting moment. ^_^
let's move,,, waktu sebulan tuh rasanya singkat, singkat banget. tapi bisa dimanfaatkan kok ,, misalnya ke tempat yang satu ini (pict.)
![]() |
| 30 agustus - 1 september 2013 |
![]() |
| Tanjung Bira |
moment itu ngangenin ^_^
untungnya lagi, agustus itu bulannya apikku, jadilah luangkan waktu buat apik's day (august 4th)
![]() |
| happy birthday apikaa,, best wishes ^_^ |
i will miss that moments :*
Sunday, September 1, 2013
Hanya Angin...
Dan ketika hening itu datang, ingatan lama tetap merasuk hingga tak mau beranjak. Itu tidak masalah, yang masalah ketika ingatan itu membuyarakan semua yang harus di konsentrasikan, dan mengalirkan tetesan air dari mata,,,yah sebut saja air mata. Mungkin tak begitu penting bagi sebagian logika yang dilogikakan, hanya saja seluruh sistem di raga ini tak sejalan, beda logika beda hati...
tak lama setelah ingatan itu menggerogoti sistem kerja otak, ia pergi...
sakit ???
seperti mainan yang ketika bosan, ya museumkan saja, hingga akhirnya tak terpakai dan terabaikan.
berpikir positif pun tak mengubah semuanya, sedikitpun tidak.
yah, semua berbanding terbalik
ketika harus di biarkan malah mendekat, ketika diharapkan untuk mendekat, malah pergi, kontradiksi memang. lalu ???
sudahlah... itu hanya angin
just stay
well,,,
untuk sementara ini, stay aja dulu, sambil megingat-ingat akun blog lama yang entah apa identitasnya...
______diam____________
untuk sementara ini, stay aja dulu, sambil megingat-ingat akun blog lama yang entah apa identitasnya...
______diam____________
Subscribe to:
Posts (Atom)




