masih tentang riana,,,sahabatku..
hari ini sepertinya ia tak ingin berkata apapun padaku,,
sepertinya ia mulai lelah untuk bercerita, lelah membahas kekasihnya yang jauh...
jadi aku hanya diam saja,
takutnya, kalau aku ajak ngobrol, dia malah jadi sensi, ntar malah aku yang kena imbasnya..
merasa di cuekin di rumahnya, aku memutuskan untuk pulang saja.
"aku balik ya ri..." kataku sambil meraih tas yang tak begitu jauh dariku. kulihat, riana hanya mengangguk.
tapi langkah ku terhenti tiba-tiba saat ia memanggilku.
"dhe, nih, kalo sempet dibaca.." ia menyerahkan selembar,,bukan...selembaran kertas bergaris yang nampaknya penuh tulisan, setelah itu, ia masuk kamar dan menutupnya rapat-rapat.
dan aku ?
pulang ke rumah.
sampai rumah, tanpa basa basi dan rasa penasaran, ku ambil kertas tadi dari tasku.
ku rebahkan badanku agar lelah sedikit berkurang. kertasnya kubaca.
sudah cukup lelah, aku lelah...
lelah berburuk sangka pada restu...
aku tak pernah tau yang sebenarnya terjadi seperti apa,
yang aku tau, yah yang restu bilang padaku.
aku tak tau selain itu, karna aku jauh,,
jarak ini terlalu jauh untuk tau yang sebenarnya.
aku lelah,,aku sudah cukup lelah beradu argumen dengannya...
aku lelah dengan pertengkaran yang hampir setiap malam terjadi, baik lewat telepon, sms, atau media lain.
aku sudah terlalu lelah untuk menerima semua, tapi aku tak ingin melepas semua...
diantara kami hanya ada sayang, dan usaha agar kami tetap bertahan dengan kondisi ini, dengan usaha agar semuanya lebih baik, dengan usaha agar kami tetap sejalan, meskipun jarang terjadi saat-saat kami sejalan,,jarang sekali..
aku lelah, aku sudah cukup lelah untuk memendam rasa ku yang membuat hatiku tak enak, tapi tak mau juga kusampaikan pada restu, aku tak mau bertengkar,,aku lelah...
aku tau, rasa percaya harus kami bangun, meski kepercayaan itu pernah ternodai,
aku tau, rasa yakin itu harus ada antara kami, meskipun kadang ragu itu menyelimuti..
aku tau, positif think itu harus tertanam dalam benak kami, meski kadang curiga menerpa prasaan kami...
aku tau, kami harus saling jujur, saling terbuka, meski kadang, memendam itu lebih menenangkan...
aku tau, aku tau, aku tau...
tapi aku sudah cukup lelah dengan semua masalah yang terlalu kompleks untuk kami berdua, blum lagi, jarak yang terlampau jauh untuk menyelesaikan masalah2 kami..
aku lelah menangis,, tapi takkan lelah menunggunya, meski terkadang malah terasa sakit...
kulipat kertas itu menjadi empat bagian, ku selip dalam buku harianku...
catatan riana itu mungkin mengisyaratkan , kalau ia sudah begitu lelah dengan semua, tapi ia terlalu sayang sama restu, dia begitu yakin kalau mereka bisa bersatu dalam keadaan apapun..
aneh,,,aku merasa aneh dengan cara riana yang seperti ini,,,
tak biasanya dia menggunakan media untuk bercerita padaku...
yah...mungkin saja dia hanya butuh sendiri dan ingin menangis sebagai luapan emosinya.
setidaknya, aku masih menjadi kepercayaannya... :D
setelah membacanya, aku memutusakan untuk menutup mata, dan.... terlelap...
smoga semua sesuai dengan yang riana harapkan,,
karna riana sahabatku....
No comments:
Post a Comment