selarut ini belum juga terlelap, mungkin ada yang harus kupikirkan namun malah terlupakan. Mungkin ada yang harus ku selesaikan tapi malah terabaikan.
ntahlah.. ku pikir aku akan membayangkan hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, tapi... tidak.. yang terbayang malah masa lalu yang sepertinya sedikit-sedikit mulai terlupakan. Aku tidak menyalahkan siapa-siapa atas kelancangan masa lalu menyergapku selarut ini.. Aku hanya khawatir, kau sudah tidak seperti dulu lagi.
Mungkin aku masih bisa menanam pemikiran bahwa, kau tetap kau yang dulu.. tapi... itu akan membuatku ingkar akan kenyataan.
ya.. kau mulai berubah sedikit demi sedikit.. kita mulai berubah perlahan. itu wajar, bukan permasalahan, aku hanya khawatir, kita berubah menjadi kau dan aku, bukannya aku dan kau yang (tetap) menjadi kita.
sepertinya ini terlalu larut untuk aku berpikir menggunakan logika, kantuk yang menyerang mulai membuatku lelah berpikir, aku khawatir, hanya perasaanku saja yang bekerja..
kamu.. jangan berubah menjadi siapa-siapa.. ku harap.. kamu tetaplah kamu.. kita sama-sama berpaling kepada kebaikan.. kita sama-sama berbenah diri..
karna aku.. mencintaimu..
Sri Rahmayanti Ansar
Tuesday, April 17, 2018
Wednesday, October 29, 2014
Will Learn...
Malam larut itu adalah waktu membuka pikiran, berpikir meski selalu di judge bahwa aku tak pernah berpikir. Kembali mengingat masa-masa lalu yang lebih indah dari masa sekarang. yah...tiba-tiba berubah begitu saja tanpa tau jalan keluarnya. Pernah sekali mengakhiri, oh,,tidak,, bukan sekali, tapi berkali-kali mengakhiri yang pada akhirnya tak berakhir. namun malam ini, aku pikir bahwa seharusnya mungkin memang harus berakhir.
Aku mencoba membuka semua jejaring sosial yang ku punya, sampai akhirnya aku menemukan post dari seorang teman seperti ini:
Kembali ke pertanyaan awal. Jika ia yang kamu cinta akan lebih bahagia tanpa adanya dirimu, apakah kamu mau meninggalkannya? Susah Mmang, namun bukan berarti tidak bisa. Toh esensi meninggalkan dan ditinggalkan adalah "berbahagia tanpa", bukan "bersedih dengan".
Saya belajar banyak, banyak sekali. Menerima walau tak di terima, merelakan pergi ia yang menginginkan saya pergi, ikut berbahagia saat ia yang saya cinta berbahagia tanpa saya. Dan diakhir paragraf ini, saya menjawab pertanyaan tersebut dengan , "iya, saya akan pergi, berbahagialah kamu tanpa saya." "I will learn to love again. I will learn to love, I will learn"
yah... mungkin juga aku harus melepas yang ingin lepas, membiarkan yang ingin pergi ketika aku mulai merasa tak dihargai ketika mencegahnya pergi. sudah,,, itu sia sia...
aaal
Aku mencoba membuka semua jejaring sosial yang ku punya, sampai akhirnya aku menemukan post dari seorang teman seperti ini:
Kembali ke pertanyaan awal. Jika ia yang kamu cinta akan lebih bahagia tanpa adanya dirimu, apakah kamu mau meninggalkannya? Susah Mmang, namun bukan berarti tidak bisa. Toh esensi meninggalkan dan ditinggalkan adalah "berbahagia tanpa", bukan "bersedih dengan".
Saya belajar banyak, banyak sekali. Menerima walau tak di terima, merelakan pergi ia yang menginginkan saya pergi, ikut berbahagia saat ia yang saya cinta berbahagia tanpa saya. Dan diakhir paragraf ini, saya menjawab pertanyaan tersebut dengan , "iya, saya akan pergi, berbahagialah kamu tanpa saya." "I will learn to love again. I will learn to love, I will learn"
yah... mungkin juga aku harus melepas yang ingin lepas, membiarkan yang ingin pergi ketika aku mulai merasa tak dihargai ketika mencegahnya pergi. sudah,,, itu sia sia...
aaal
Don't Speak
You and meWe used to be togetherEvery day together alwaysI really feelI'm losing my best friendI can't believeThis could be the endIt looks as though you're letting goAnd if it's real,Well I don't want to knowDon't speakI know just what you're sayingSo please stop explainingDon't tell me 'cause it hurtsDon't speakI know what you're thinkingI don't need your reasonsDon't tell me 'cause it hurtsOur memoriesThey can be invitingBut some are altogetherMighty frighteningAs we die, both you and IWith my head in my handsI sit and cryIt's all endingI gotta stop pretending who we are...You and mecause it hurts..cause it hurts....cause it hurts...
Thursday, October 23, 2014
untitled
seperti biasanya, aku tak pernah tau apa judul yang pas
untuk setiap hal yang ingin kutulis. bukan karena susah, hanya saja tak ada
judul yang pas (kurasa).
yah,,, seperti biasanya juga, senja selalu tak pernah meninggalkan bekas, begitu juga dengan "dia". aku akan selalu berusha mencegahmu untuk pergi. namun saat kau bersikeras untuk pergi, lelah juga untuk menahanmu yang semakin kuat jika semakin ku tahan.
yah,,, pergilah...pergi sejauh yang kau bisa tanpa harus kembali padaku, tanpa harus menoleh kebelakang lagi, tanpa harus mengingat semua hal tentang kita.
mungkin hal lebih baik menunggumu di depan dan itu harus kau capai. karena aku lelah... yah...aku mulai lelah...
yah,,, seperti biasanya juga, senja selalu tak pernah meninggalkan bekas, begitu juga dengan "dia". aku akan selalu berusha mencegahmu untuk pergi. namun saat kau bersikeras untuk pergi, lelah juga untuk menahanmu yang semakin kuat jika semakin ku tahan.
yah,,, pergilah...pergi sejauh yang kau bisa tanpa harus kembali padaku, tanpa harus menoleh kebelakang lagi, tanpa harus mengingat semua hal tentang kita.
mungkin hal lebih baik menunggumu di depan dan itu harus kau capai. karena aku lelah... yah...aku mulai lelah...
Saturday, September 13, 2014
let it
dan ketika angin membelai diri yang entah ingin jatuh atau mungkin tetap ingin bertahan. setapak demi setapak melangkah,, bukan maju, tapi melangkah mundur. mundur bukan karena takut, bukan karena lelah, bukan karena tidak mampu bertahan. tapi mundur untuk maju, bukan untuk kembali ke masa lalu, bukan karena tidak ingin hidup maju. tapi untuk membuatmu melangkah maju, temukan yang kau mau...
Monday, August 4, 2014
APIK'S Day :D
yuhuuuuuuyyyyyyyyyyyyyy... he's mine,, yah.. mine.. :D, and today, August 04, 2014.
Happy birthday ... best wishes for you..
hope that you'll get what you want.. aamiin...
Long live dear, :*
Happy birthday ... best wishes for you..
hope that you'll get what you want.. aamiin...
Long live dear, :*
Thursday, July 10, 2014
(Mungkin) Pergi...
yah... mungkin karena kau tak pernah merasa mencintai terlalu dalam, sehingga mudah bagimu untuk melupakan, tapi aku tak seperti itu. Mungkin juga karna aku salah, salah karena mencintaimu terlalu dalam. Ahh,,, sudahlah, dari awal aku tahu, sesuatu yang berlebihan itu selalu tak baik. Saat ini, kau terlepas dari genggamanku lagi, itu pun jika aku memang pernah menggenggammu.
Dan bodohnya lagi, aku berharap kau menoleh ke arahku setidaknya untuk mengatakan "jangan pergi", dan nyatanya ? aku terlalu mengada-ada. Kau bahkan menegaskan semuanya dan,,, pergi,,,
Dan bodohnya lagi, aku berharap kau menoleh ke arahku setidaknya untuk mengatakan "jangan pergi", dan nyatanya ? aku terlalu mengada-ada. Kau bahkan menegaskan semuanya dan,,, pergi,,,
Subscribe to:
Posts (Atom)
