Thursday, November 28, 2013

Terhalang Keyakinan...

Dan dari awal, aku menyadari, bahwa ini salah....hanya saja, cintaku terlalu besar padanya. Hubungan ini salah, tentu saja salah dimata orang tua kami, karna kami berbeda. Sepintas, hal ini seperti kisah-kisah dalam kebanyakan sinetron, tapi ini nyata, ini sungguh nyata, kami berbeda.

Awalnya, aku berpikir, semuanya akan baik-baik saja, akan berjalan mulus karena aku menyayanginya dan aku yakin dia pun sayang padaku. Dua tahun lebih kami menjalani kebersamaan layaknya sepasang kekasih, orang tuaku tau hubungan kami dan mereka sepertinya sepakat dengan pria pilihanku, hingga akhirnya orang tuaku berubah, ya... berubah pikiran. Kenapa ? karna kami berbeda, aku dan lelakiku berbeda keyakinan. Aku tau resiko ku dari awal, hanya saja cinta ini terlalu kuat untuk mempertahankan logikaku.

Aku sangat bahagia bersamanya, terlebih lagi, jika waktu yang kami habiskan berdua, sangat lama. Sesekali, jarak juga memisahkan kami. Ketika itu, dia sempat pulang ke kampung halamannya, aku sedih tapi aku tau dia akan kembali untukku, dan benar saja, dia kembali. 

Selang beberapa lama, jarak kami semakin jauh, aku yang berada di bagian barat indonesia, sementara dia jauh diwilayah timur sana. Perbedaan waktu 2 jam sangat mempengaruhi hubungan kami, kami semakin sering berselisih paham. Tapi hal itu sama sekali tak mengurangi perasaanku padanya.

Hingga tiba akhirnya, saat dimana orang tua ku benar-benar ingin aku pergi darinya. Hubungan jarak jauh dengannya pun, orang tuaku sudah tak ridho lagi. Ini berat, sangat berat, mungkin hal terberat yang pernah ku alami. Sungguh, aku sangat menyayanginya, mendengar suaranya lewat telepon saja sudah sangat membuat hatiku senang, walaupun hanya sebentar. Aku tak pernah menyangka sebelumnya, hubunganku dengannya harus seperti ini. 
Hingga aku tak tau, apa aku harus terus berjuang ataukah benar-benar menghilang darinya. 
Ini berat, sungguh sangat berat.
Cinta ini besar, namun terhalang.
Terhalang oleh orang tuaku.
Terhalang oleh KEYAKINAN...

No comments:

Post a Comment